Pembinaan Mahasiswa

PENGERTIAN

Pola pembinaan mahasiswa STEI HAMFARA adalah serangkaian peraturan dan kebijakan umum yang ditetapkan oleh ketua STEI HAMFARA tentang pembinaan kemahasiswaan.

 

B.     MAKSUD

Pola pembinaan mahasiswa STEI HAMFARA ini disusun untuk memberikan arah bagi pembinaan mahasiswa untuk tercapainya Visi dan Misi STEI HAMFARA.

C.     LANDASAN

Pola pembinaan mahasiswa STEI HAMFARA ini disusun dengan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai landasan Syar’iy.  Selain itu, pola ini juga memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Undang-undang nomor 2 tahun 1990 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang nomor 61 tahun 1999 tentang Otonomi PTN dan PP No 30 tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi

    

D.    TUJUAN PEMBINAAN

1.      Menunjang tercapainya tujuan pendidikan di STEI HAMFARA yakni sarjana ekonomi Islam yang berkepribadian Islam, mempunyai kedalaman tsaqofah Islam dan menguasai ilmu ekonomi Islam.

2.      Menyiapkan mahasiswa bagi terwujudnya sarjana ekonomi Islam di masa mendatang yang berperan sebagai:

a.      Profesional dan eksekutif yang handal

b.      Cendekiawan atau akademisi di bidang ekonomi Islam

c.       Pengusaha yang menjalankan usahanya sesuai dengan ajaran Islam

d.      Birokrat atau penentu kebijakan publik secara Islami

e.       Ulama yang idealis dan visioner

 

E.      OBYEK PEMBINAAN

Obyek pembinaan adalah kepada siapa pembinaan ini diperuntukkan. Secara umum, pembinaan ditujukan kepada semua  mahasiswa STEI HAMFARA. Secara khusus, pembinaan ditunjukkan kepada para fungsionaris lembaga kemahasiswaan dan anggota unit kegiatan mahasiswa.

 

F.      SUBYEK PEMBINAAN

Subyek pembinaan adalah pelaku yang bertindak melaksanakan proses pembinaan secara langsung maupun tidak langsung. Secara umum adalah pimpinan, dosen, dan karyawan. Secara khusus adalah Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, Unit Bina Mahasiswa, Mudir Ma’had dan seluruh staf yang terkait.

 

  

G.    SISTEM PEMBINAAN

1.    Pendekatan

Pembinaan mahasiswa dilakukan dengan beberapa pendekatan (terlampir)

2.    Sifat pembinaan

Pembinaan mahasiswa memiliki sifat seperti yang dipaparkan dalam sistem pembinaan mahasiswa (terlampir)

3.    Bentuk kegiatan

Bentuk kegiatan sebagai upaya konkrit yang dilakukan agar tujuan pembinaan yang telah ditetapkan dapat tercapai (terlampir)

 

H.    EVALUASI

Evaluasi pelaksanaan pembinaan dilakukan pada setiap akhir tahun akademik. Evaluasi terhadap hasil pembinaan dilakukan pada tiap akhir semester. Tujuan evaluasi untuk mengetahui pelaksanaan dan keberhasilan pembinaan. Metode evaluasi menyesuaikan.

 

PENDEKATAN SISTEM PEMBINAAN

1.        Pendekatan Akademik à melalui Pendidikan Agama Islam (PAI).

2.        Pendekatan Semi Akademik à melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib (KKAI).

3.        Pendekatan Non Akademik à melalui Kursus/Training Ke-Islam-an atau Keterampilan Praktis.

4.        Pendekatan Minat à melalui Pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

5.        Pendekatan Kesejahteraan à melalui Pelayanan Akademik dan Non Akademik. Pelayanan kepada mahasiswa guna menunjang kebutuhan mereka, baik menyangkut akademik (konsultasi, beasiswa, sistem administrasi canggih, fasilitas studi dan non studi) maupun non akademik (kantin, kesehatan, bimbingan profesi, jaringan alumni, dll)

6.        Pendekatan Ma’had à melalui Pembelajaran di Ma’had Hamfara

 

SIFAT SISTEM PEMBINAAN

1.        Profesional:

Pembinaan harus dilakukan secara profesional. Sistem pembinaan hanya akan berjalan dengan baik jika dilaksanakan oleh para pelaku pembinaan (subyek) secara profesional. Inti dari profesionalisme adalah didasarinya semua tugas dengan sikap amanah, dilakukan dengan penuh kesungguhan dan kerja keras yang ditopang dengan kapasitas ilmu serta ketrampilan yang memadai.

 

2.        Terpadu:

Pembinaan mahasiswa dilakukan secara terpadu baik dalam arti keterpaduan diantara civitas akademika maupun keterpaduan seluruh kegiatan di dalam kampus. Jadi, seluruh civitas akademika hakikatnya adalah pembina dan seluruh kegiatan di dalam kampus adalah pembinaan.

 

3.        Akhlaqul Karimah:

Pembinaan mahasiswa adalah kegiatan pembentukan  kepribadian manusia dalam semua aspeknya. Maka ia harus dijalankan dalam suasana dengan penuh akhlak Islamy. Harus dihindari suasana pertentangan, apalagi kekerasan layaknya kegiatan perploncoan. Juga harus ditumbuhkan suasana persaudaraan Islam (Ukhuwah Islamiyyah). Sehingga mahasiswa rela mengikuti dan menerima materi yang diberikan dalam setiap kegiatan dengan ikhlas.

 

4.        Aturan Jelas dan Tegas:

Tanpa aturan yang jelas dan tegas, sistem pembinaan ini niscaya akan sulit berjalan dengan baik. Maka diperlukan komitmen dari semua pihak, terutama komponen pembina, untuk menetapkan sejumlah aturan-aturan yang diperlukan secara jelas dan tegas (aturan tentang pakaian atau penampilan, pergaulan, saat shalat, kebersihan dan sebagainya), serta menjalankannya sesuai dengan prinsip reward and punishment. 

 

Bentuk Kegiatan:

A.    Wajib Dikuti Mahasiswa

1.    Pekan ta’aruf dan training amt

2.    Mabit dan muhasabah

3.    Pesantren wisuda

 

B.     Wajib untuk fungsionaris mahasiswa:

1.    LKMM

2.    SUSPIMMA

 

C.     Dianjurkan Diikuti Mahasiswa

1.    Pemilkahma

2.    Pelatihan writing ability

3.    Pelatihan singkat ekonomi islam

4.    Seminar ekonomi islam

5.    Training dan pelatihan wirausaha

6.    Training trainer for trainer

7.    Training spiritual power

8.    Pelatihan manajemen massa dan orasi