February 7, 2017

Perbankan Syariah dan Dinar Dirham

hamfaralogoPerbankan Syariah dan Dinar Dirham. Zaim Saidi. Pengelola ADINA, Wakala Dinar Dirham, Jakarta. Belum lama ini telah dibuka wakala dinar dan dirham, di Jakarta dan Bandung, yang menandai diawalinya implementasi pemakaian dinar emas dan dirham perak dalam berbagai kegiatan muamalah. Pada tahap awal ini fungsi wakala tersebut memang masih sangat terbatas, yakni sebatas sebagai gerai penukaran (money changer). Idealnya wakala dinar dan dirham sekurangnya memainkan empat fungsi utama.

Pertama, sebagai tempat penyimpanan melalui jasa penitipan. Kedua, sebagai agen yang memperlancar proses transaksi, yang dilakukan melalui mekanisme kartu debet. Ketiga, wakala juga berfungsi menyediakan jasa transportasi/pengiriman mata uang dinar dan dirham dari satu tempat ke tempat lain, dengan atau tanpa pemindahan pemilikan. Keempat, bertindak sebagai gerai penukaran atau money changer.

Kecuali fungsi sebagai gerai penukaran wakala memerlukan infrastruktur yang memadai. Fasilitas yang minimal harus disediakan adalah tempat penyimpanan yang aman, berupa safety deposit box. Sudah barang tentu agar fungsional dan tidak semata-mata berlaku sebagai penyimpanan fisik fasilitas ini perlu dilengkapi dengan sistem administrasi yang baik. Sistem pencatatan harus mengikuti pola interaktif, artinya dapat dipakai sebagai alat bertransaksi oleh pemiliknya, dan pihak wakala melakukan pencatatan atas segala transaksi tersebut. Bentuknya sangat mirip dengan rekening koran dalam perbankan dengan sistem mata uang kertas. Hubungan kontraktualnya adalah penitipan (wadiah).

Fasilitas berikut yang dibutuhkan agar transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat adalah penyelenggaraan kartu debet. Fasilitas kartu debet bukan saja menghilangkan kerepotan pemilik “rekening” dinar dan dirham untuk tidak membawa-bawa koin dinar dan dirham ketika mau bertransaksi, tetapi juga memungkinkan transaksi dalam jumlah yang sangat fleksibel. Sebagaimana kita ketahui nilai kurs dinar relatif besar (sekitar Rp 400 ribu). Dengan kartu debet transaksi dalam dinar dapat dilakukan bahkan untuk satuan kecil senilai 0.001 gram emas atau setara Rp 400, sampai jumlah tak terbatas. Dengan kartu debet pemindahan pemilikan emas dapat dilakukan sesuai dengan berat emas yang ditransaksikan tersebut. Fasilitas kartu debet memerlukan perangkat komputerisasi yang relatif canggih, yang menjadi kendala bagi wakala dinar dirham yang baru beroperasi.

Dengan cara serupa pengiriman atau transportasi dinar dan dirham, dengan atau tanpa pemindahan pemilikan, artinya dikirimkan kepada pihak yang sama atau berbeda dari pemilik dinar dan dirham dapat dilakukan. Transaksi dan pemindahan dinar dan dirham secara elektronik ini dapat dilakukan dari mana pun di dunia ini sepanjang ada fasilitas Internet. Jaringan wakala di seluruh dunia nantinya disatukan dalam sistem E Dinar yang kini juga telah beroperasi dengan baik. Pemilik rekening E Dinar saat ini telah mencapai ratusan ribu orang di puluhan negara di dunia.

Dengan berbagai persoalan di atas maka pihak yang paling mungkin menjalankan fungsi-fungsi sebagai wakala yang ideal adalah perbankan syariah. Sebagai bank mereka telah memiliki pengetahuan dan infrastruktur yang diperlukan tersebut. Hubungan kontraktual untuk itu pun, serta produk jasa layanan kepana nasabah sebagai kontrak wadiah, telah mereka miliki – dalam bentuk rekening dan tabungan. Meskipun, untuk kartu debet barangkali masih perlu berafiliasi dengan perbankan nonsyariah. Dengan menambah produk layanan dalam bentuk dinar dan dirham perbankan syariah bukan saja akan mempercepat implementasi dinar dan dirham dalam skala luas, tetapi juga menambah potensi perolehan/keuntungan.

Sumber pendapatan pertama dari produk berbasis dinar adalah jasa penitipan dan jasa transaksi yang dapat dikenakan perbankan syariah kepada pemilik dinar dan dirham. Kedua manfaat hedging yang diperoleh dalam bentuk aset emas juga akan sangat membantu penguatan perbankan syariah itu sendiri. Sebagai contoh kecil peristiwa peledakan bom di Denpasar telah menaikkan kurs (tengah) dinar, dari Rp 390.947 (Senin, 14 Oktober 2002) menjadi Rp 402.969, sedangkan dirham dari Rp 10.810 menjadi Rp 11.067 (Rabu, 16 Oktober 2002) atau masing-masing kenaikan sebesar 3% dan 2,37%.

Potensi pasar dinar dan dirham sendiri sangatlah besar. Ambillah dua ceruk pasar saja terlebih dahulu, misalnya untuk keperluan pembayaran Ongkos Naik Haji (ONH) dan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Dengan kuota jemaah haji sebesar 200 ribu orang, dengan ONH senilai 350 gram emas (78 dinar), maka dinar yang akan beredar adalah 15,6 juta dinar, ditambah nilai ZIS sekitar Rp 5 trilyun per tahun, atau senilai 12,5 juta dinar. Total potensi peredaran dinar per tahun adalah di atas 28 juta dinar.

Setelah berjalan untuk keperluan ONH dan ZIS menyusul pemakaian dinar dan dirham dalam kegiatan jual beli. Untuk tahap ini memang masih perlu dirintis, dengan cara membangun jaringan para pedagang atau penyedia jasa yang mau menerima dinar dan dirham sebagai alat pembayaran. Pola perintisannya sangat serupa dengan pola yang dilakukan oleh para penyedia jasa kartu kredit. Dalam prakteknya toko-toko atau penyedia jasa yang menerima dinar dan dirham dapat menempelkan stiker “Menerima Dinar dan Dirham” hingga masyarakat dapat memilih menggunakan jasa atau membeli barang mereka menggunakan dinar dan dirham. Keterlibatan perbankan syariah dalam memfasilitasi perdagangan ini akan berlangsung tidak saja untuk perdagangan domestik tetapi juga perdagangan internasional.

Keyword artikel: Perbankan Syariah dan Dinar Dirham, Perbankan Syariah dan Dinar Dirham


STEI HAMFARA Merupakan salah satu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Unggulan yang mengintegrasikan model Pendidikan Tinggi Ekonomi Islam dengan Sistem Pendidikan Berpesantren.

Dengan sistem pendidikan berpesantren terbukti membuat mahasiswa STEI Hamfara sangat kuat dalam memahami Ilmu Ekonomi yang sesuai Syariah dan alumninya dikenal memiliki komitmen tinggi serta karakter tangguh dalam membumikan Ekonomi Islam serta berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam yang merupakan rahmatan lil’aalamiin.

Di gembleng oleh dosen dan para profesional dalam bidang Ekonomi Islam serta oleh para Pakar Syariah, Pendidikan Berpesantren di STEI Hamfara Membentuk Mahasiswa menjadi Pribadi yang Professional, unggul dalam bidang Ekonomi Islam dan Ulama dalam bidang  Ilmu Agama.

Untuk Pendaftaran Calon Mahasiswa anda bisa mengunjungi:

http://steihamfara.ac.id/formulir

atau hubungi bidang promosi dan penerimaan mahasiswa baru:

CP : Wahyu Dianto,SEI
0857 2821 1006

Mu’tashim Billah M, SEI, MM
0811 255 4846
0877 3821 4846