December 18, 2016

Kuliah di STEI Hamfara Yessi ingin menjadi pengusaha berkarakter ulama

hamfaralogoMeski baru masuk kuliah di STEI hamfara semester satu, Yessi Rukmini (18 tahun) optimis indeks prestasi kuliah (IPK) yang diraihnya bisa paling besar. Sebab mahasiswi jurusan manajemen syariah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamfara, Bantul, DIY tersebut sejak SMP sudah berprestasi.

“Juara satu saya raih pada saat kelas 7 semester 2, kelas 8 semester 2 dan kelas 9 semester 1 dan dua,” ungkapnya menyebutkan prestasi saat dirinya duduk di bangku SMP Negeri 3 Purwosari.

Kuliah di STEI Hamfara
salah satu kegiatan Kuliah di STEI Hamfara, Yessi membaca buku di perpustakaan kampus

Begitu juga ketika duduk di bangku SMA salah satu sekolah di Sukorejo ia kerap juara. Meski demikian, guru-guru di sana tetap kuatir bila Yessi dan sekitar 25 siswa lainnya tidak lulus ujian pada ujian nasional. Maka, sang guru pun menjanjikan akan memberikan kunci jawaban saat ujian nasional berlangsung.

Rencana tidak terpuji tersebut ditolak Yessi, kontan saja penolakan tersebut mendapat cibiran semua teman sekelasnya kecuali Utami. Keduanya sepakat tidak mau menyontek atau pun berlaku curang saat ujian karena menurut mereka itu perbuatan yang melanggar syariat Islam.

Karena itu pula Yessi dan seorang temannya itu dijauhi teman-teman sekelas dan juga guru-guru. Dan benar saja, ketika ujian nasional semua mendapatkan kunci jawabanan tetapi Yessi dan seorang temannya itu tetap dengan tegas menolak.

Beberapa saat sebelum pengumuman hasil ujian, ibu kepala sekolah memeluk keduanya dengan meneteskan air mata. Yessi takut sekali itu pertanda tidak lulus karena yang lainnya tidak ada yang dipeluk.  “Saat pengumuman kelulusan, Allahu Akbar, Alhamdulillah, aku dan Utami lulus, perasaanku pun lega, guru-guru pun bangga pada kami karena kami jujur mengerjakan soal,” ungkap Yessi.

Kuliah di STEI Hamfara Yessi ingin menjadi pengusaha berkarakter ulama

Saat ini Yessi kuliah di STEI Hamfara, STEI Hamfara merupakan kampus yang ketat dalam mengajarkan dan mengamalkan syariat Islam, Yessi berharap dirinya dapat ditempa menjadi akademisi berkarakter ulama dan setelah lulus menjadi pengusaha berkarakter ulama juga. “Karena saat ini, kebanyakan akademisi mau pun pengusaha tidak sesuai dengan syariat Islam,” keluh Yessi.

STEI Hamfara baginya memberikan harapan besar, dimana kemampuan professionalnya di manajemen usaha akan di tempa untuk menjadikannya memiliki intuisi yang sangat baik untuk membentuk, mengembangkan, memperkuat dan memajukan perusahaan.

Dan pemahaman serta pengamalan agama di kampus ini mampu menjadikan Yessi memiliki rasa keagamaan yang kuat, berpegang tegus pada prinsip agama dan menjadikan agama rahmatan lil’alamin ini sebagai pondasi baginya dalam mengimplementasikan kegiatan professionalnya.


STEI HAMFARA Merupakan salah satu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Unggulan yang mengintegrasikan model Pendidikan Tinggi Ekonomi Islam dengan Sistem Pendidikan Berpesantren.

Dengan sistem pendidikan berpesantren terbukti membuat mahasiswa STEI Hamfara sangat kuat dalam memahami Ilmu Ekonomi yang sesuai Syariah dan alumninya dikenal memiliki komitmen tinggi serta karakter tangguh dalam membumikan Ekonomi Islam serta berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam yang merupakan rahmatan lil’aalamiin.

Di gembleng oleh dosen dan para profesional dalam bidang Ekonomi Islam serta oleh para Pakar Syariah, Pendidikan Berpesantren di STEI Hamfara Membentuk Mahasiswa menjadi Pribadi yang Professional, unggul dalam bidang Ekonomi Islam dan Ulama dalam bidang  Ilmu Agama.

Untuk Pendaftaran Calon Mahasiswa anda bisa mengunjungi:

http://steihamfara.ac.id/formulir

atau hubungi bidang promosi dan penerimaan mahasiswa baru:

CP : Wahyu Dianto,SEI
0857 2821 1006

Mu’tashim Billah M, SEI, MM
0811 255 4846
0877 3821 4846