February 7, 2017

KETIKA MOTIVASI MEMACU DIRI

hamfaralogoKETIKA MOTIVASI MEMACU DIRI . Oleh : Muhammad Ismail Yusanto. Kejuaraan sepak bola dunia World Cup 2006 baru saja berlalu. Dan kita semua sudah tahu hasilnya. Italia menjadi juara. Tapi ada satu pertanyaan bersisa.

Apa sih yang membedakan satu tim dibanding yang lain, dan apa yang membedakan Italia sehingga mereka bisa menjadi juara? Tentu kita akan menjawab: skill atau kemampuan individu, kerjasama tim dan strategi pelatih.

Tapi ketika kejuaraan memasuki babak akhir, semifinal apalagi final, tampaknya semua tim yang ada memiliki kemampuan yang hampir sama. Mereka semua memiliki pemain-pemain hebat, yang ditangani oleh pelatih handal sehingga kerjasama tim pun terjalin rapih, dan strategi yang dipilih juga pastilah jitu. Kalau semua hampir sama, lantas apa yang beda? Motivasi!!

Ya, motivasi. Dan motivasilah yang membuat Korea Selatan di kejuaraan dunia 2004 lalu mampu bermain begitu dahsyat sehingga bisa mengalahkan Italia – yang sekarang menjadi juara – tim yang dari segala segi berada satu tingkat di atas mereka.

Motivasi serupa yang mendorong Italia berusaha sekuat tenaga untuk menang ketika melawan Jerman di partai semifinal, yang justru sebaliknya, tim yang berjuluk Panser itu sedang berusaha memaksakan supaya permainan berakhir seri lalu adu pinalti – karena di sanalah mereka berharap bisa mengalahkan lawan, seperti ketika melawan Argentina. Hasilnya? Hanya dalam dua menit sisa pertandingan, Italia berhasil memasukkan dua gol. Jadilah Italia melaju ke final dan akhirnya menjadi juara.

Motivasi, apapun latar belakang dan jenisnya, memang berperanan sangat besar dalam menggerakkan roda kehidupan. Dan ini biasanya justru muncul di tengah keterbatasan. Menyadari kuliahnya yang tidak kelar, Purdi E Chandra memulai usaha bimbingan belajar berlabel Primagama di Jogjakarta pada tahun 80-an dengan modal Rp 30 ribu dan 9 murid pertamanya.

Begitu juga dengan Yaslinur di Bogor di tahun 90-an dengan toko buku kecil al-Amin. Keduanya bekerja dengan penuh motivasi untuk sukses. Hasilnya, setelah 20 tahun berlalu, kini al Amin menjadi grup usaha terkemuka di Bogor khususnya di bisnis retil. Sementara Primagama telah menjadi bimbingan belajar nomer satu di Indonesia dengan lebih dari 15 ribu murid di ribuan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bukan hanya itu, Primagama bahkan telah menjadi semacam holding bagi grup aneka bisnis seperti restoran, travel, pendidikan tinggi dan sebagainya. Saking tajirnya, di tengah orang kesulitan dana akibat krisis moneter, bisnis Purdi malah berkibar tak lekang oleh badai krisis. Duit kas mengalir deras ke koceknya. Tak heran bila majalah Swa di edisi beberapa tahun lalu menjulukinya Raja Kas. Dari tangan seorang bukan sarjana, tapi memiliki motivasi tinggi, terlahir aneka usaha yang bisa menampung puluhan, ratusan bahkan mungkin ribuan sarjana.

Berbicara motivasi dan tokoh motivator dunia, Muhammad, nabi yang mulia, boleh disebut bapak motivasi number one dunia. Darinya memang bukan terlahir sebuah kerajaan bisnis, ketenaran atau kekayaan pribadi, tapi sebuah peradaban yang agung. Dari masyarakat jahiliah yang tidak mengenal etika, dengan penuh kesabaran, ketekunan dan motivasi untuk melaksanakan titah ilahi, ia bawa menjadi masyarakat yang penuh taqwa. Memancarkan kebaikan dan keagungan keseluruh dunia hingga berbilang abad sesudahnya. Dan motivasi semacam yang diperlihatkan nabi itulah kiranya yang penting untuk diteladani oleh umat Islam khususnya, dalam menjalani hidup yang memang semakin terasa tidak ringan ini.

Dalam iklim jahiliah akibat sistem sekuler yang telah begitu menancap dalam semua sendi kehidupan yang memunculkan banyak sekali tantangan dan godaan, motivasi ruhiyah menjadi sangat penting untuk tetap terus diaktualisasi. Hanya orang-orang yang memiliki motivasi tinggi untuk bisa menjalani hidup di dunia dengan penuh taqwa sembari terus berusaha meraih capaian-capaian spektakuler di berbagai bidang saja yang akan sampai pada predikat insan kamil (manusia paripurna) yang meraih fauzul adzim (kesuksesan besar di dunia dan akhirat).

Motivasi, inovasi tiada henti

Buku yang ada di tangan saudara adalah buku yang berbicara tentang motivasi. Ditulis oleh Muhammad Karebet Wijayakusuma, seorang penulis muda yang punya motivasi besar untuk maju dan berkarya, khususnya dalam menulis buku. Sudah lebih dari 3 buku lahir dari tangannya. Ini adalah bukunya yang terbaru.

Motivasi bisa dilahirkan melalui berbagai cara. Bisa melalui perenungan, pengalaman empiris dari sebuah peristiwa yang sangat berkesan, bacaan atau peniruan dari orang yang lebih dulu memiliki motivasi tinggi. Dan biasanya memang motivasi datang dari berbagai sumber. Tidak tunggal. Dan sumber motivasi yang paling komprehensif karena paling bisa bercerita, tidak lain tentu saja adalah bacaan.

Buku bisa menggabungkan seluruh sumber motivasi. Buku bisa merupakan ungkapan hasil perenungan penulis, bisa merupakan rekaman pengalaman diri atau orang lain, dan tentu saja bisa juga merupakan uraian hasil peniruan orang lain yang lebih dulu memiliki motivasi tinggi. Pendek kata, buku adalah sumber motivasi paling lengkap. Tapi sebagai buku, ia tidak bisa bercerita sendiri. Memang ia bisa dibaca, tapi buku berdiri dalam posisi pasif. Ia tidak bisa menjelaskan dirinya sendiri. Oleh karena itu, buku memerlukan lagi medium penjelas. Dan penjelas paling bagus tidak lain adalah penulisnya sendiri.

Nah, seperti juga buku motivasi lain, buku ini juga merupakan semacam hand out dari training yang sudah puluhan atau malah mungkin ratusan kali dilakukan oleh Karebet di berbagai fora. Sejatinya malah trainingnya yang lebih dulu lahir, baru materinya ditulis. Tak apa. Proses kreativ memang kadang kebolak balik.

Maka, biar motivasi pembaca lebih joss, disarankan bukan hanya membaca buku ini tapi juga ikut training. Dengarkan di sana bagaimana Karebet menjelaskan isi bukunya itu. Tapi kalau tidak sempat, ya baca buku saja tak apa. Tapi jangan tidak dua-duanya.

Memperpanjang Umur Intelektual

Saya selalu memotivasi diri dan orang lain untuk gemar menulis dan jangan pernah berhenti menulis. Mengapa? Salah satunya adalah: menulis membuat umur intelektual kita bisa jauh melampui umur fisikal kita. Imam Syafii, seorang mujtahid agung di masa keemasan Islam, sudah ratusan tahun lalu meninggal, tapi karyanya kitab al Umm hingga sekarang masih terus dibaca. Begitu juga Imam Ghazali dengan Ihya Ulumuddin-nya dan ulama penulis lain.

Kalau kita percaya, ketika kita mati seketika itu juga amal shalih kita terputus kecuali, menurut Nabi, tiga hal diantaranya ilmu yang bermanfaat. Maka karya tulis yang kita tulis semasa hidup mudah-mudahan bisa memperpanjang aliran amal shaleh kita sepanjang-panjangnya di saat orang lain tidak bisa mendapat karena memang tidak pernah menulis. Karena malas atau sebab lain. Menulis memang pekerjaan yang paling mudah digusur dan memiliki banyak kambing hitam untuk kita tidak melakukan. Kecuali orang yang memiliki motivasi tinggi. Karebet adalah salah satu diantaranya. Mudah-mudahan juga Anda.

Akhirul kata, harapan saya mudah-mudahan buku ini akan memperpanjang umur intelektual Penulisnya sebagai pintu mengalirkan amal jariyah di sisi Nya. Dan tentu mengalirkan juga motivasi kepada semua pembaca untuk hidup mulia dan terus berkarya. Insha allah.

Wassalam

Keyword artikel: KETIKA MOTIVASI MEMACU DIRI, KETIKA MOTIVASI MEMACU DIRI, MOTIVASI MEMACU DIRI, MOTIVASI MEMACU DIRI, MOTIVASI MEMACU DIRI, MOTIVASI MEMACU DIRI


STEI HAMFARA Merupakan salah satu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Unggulan yang mengintegrasikan model Pendidikan Tinggi Ekonomi Islam dengan Sistem Pendidikan Berpesantren.

Dengan sistem pendidikan berpesantren terbukti membuat mahasiswa STEI Hamfara sangat kuat dalam memahami Ilmu Ekonomi yang sesuai Syariah dan alumninya dikenal memiliki komitmen tinggi serta karakter tangguh dalam membumikan Ekonomi Islam serta berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam yang merupakan rahmatan lil’aalamiin.

Di gembleng oleh dosen dan para profesional dalam bidang Ekonomi Islam serta oleh para Pakar Syariah, Pendidikan Berpesantren di STEI Hamfara Membentuk Mahasiswa menjadi Pribadi yang Professional, unggul dalam bidang Ekonomi Islam dan Ulama dalam bidang  Ilmu Agama.

Untuk Pendaftaran Calon Mahasiswa anda bisa mengunjungi:

http://steihamfara.ac.id/formulir

atau hubungi bidang promosi dan penerimaan mahasiswa baru:

CP : Wahyu Dianto,SEI
0857 2821 1006

Mu’tashim Billah M, SEI, MM
0811 255 4846
0877 3821 4846