February 2, 2017

KAMPANYE BISNIS ISLAMI (STUDI KASUS DI WAROENG STEAK & SHAKE YOGYAKARTA)

hamfaralogoKAMPANYE BISNIS ISLAMI (STUDI KASUS DI WAROENG STEAK & SHAKE YOGYAKARTA). Setiap negara dihadapkan pada tantangan baru dari perkembangan ekonomi dunia yang mengglobal. Dikatakan oleh Kenichi Ohmae, era globalisasi dan perdagangan bebas ditandai oleh menipisnya batas antar negara (Borderless World), menipisnya batas antar pasar domestik dengan pasar internasional dan antara daerah langka sumber daya ekonomi dengan daerah surplus sumber daya

Mahasiswa Prodi CRCS-Ekonomi Islam Sekolah Pascasarjana UGM angkatan 2012.

ekonomi. Menipisnya batas antarnegara dan antar pasar menyebabkan persaingan menjadi semakin ketat. Implikasinya, pertimbangan keunggulan komparatif akan bergeser menjadi pertimbangan keunggulan kompetitif. Kesempatan yang muncul dari ekonomi yang terbuka tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh wilayah, sektor, atau golongan ekonomi yang lebih maju, bukan golongan yang masih tertinggal.

Terbukti melalui hubungan regional dan bilateral yang sudah mulai berkelompok-kelompok, baik atas kedekatan wilayah, kesamaan budaya, maupun tendensi politik dalam bingkai integrasi ekonomi. Akhir-akhir ini mulai terdengar riuh MEA (Masyarakat ekonomi ASEAN), pencetusan mata uang besama untuk negara-negara Eropa berupa EURO, APEC, WTO dan sebagainya. Tiada lain dengan misi semakin mempertipis batas antar negara dan budayanya, terutama penghabusan tarif masuk barang maupun tanpa pembatasan kuota masuknya barang ke masing-masing anggota. Hal ini sangat positif dalam memperlancar sirkulasi perdagangan antar negara sehingga arus supplly dan demand atas produk dengan mudah diakses konsumen maupun produsen. Yang menjadi masalah adalah akan sangat mengancam bagi negara kecil dan berkembang yang belum cukup memiliki ketahanan atas budaya, produk industri, maupun sumber daya alam dan manusianya. Hal ini sama halnya dengan membiarkan gap kemampuan berdaya antara negara kecil dan berkembang dengan negara maju baik dari segi IPTEK maupun sumber daya manusianya. Sehingga perlu menjadi pertimbangan

Sumodiningrat, Gunawan, Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat: Kumpulan Esai tentang Penanggulangan Kemiskinan, Bina Rena Pariwara, Jakarta, 1997, hal 3.

bagi para pengambil kebijakan dalam keikutsertaannya dalam segala agreement yang menyangkut nasib hidup rakyat Indonesia, apakah sudah mampu bersaing atau belum.

Keyword artikel: KAMPANYE BISNIS ISLAMI (STUDI KASUS DI WAROENG STEAK & SHAKE YOGYAKARTA), KAMPANYE BISNIS ISLAMI (STUDI KASUS DI WAROENG STEAK & SHAKE YOGYAKARTA)


STEI HAMFARA Merupakan salah satu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Unggulan yang mengintegrasikan model Pendidikan Tinggi Ekonomi Islam dengan Sistem Pendidikan Berpesantren.

Dengan sistem pendidikan berpesantren terbukti membuat mahasiswa STEI Hamfara sangat kuat dalam memahami Ilmu¬†Ekonomi yang sesuai Syariah dan alumninya dikenal memiliki komitmen tinggi serta karakter tangguh dalam membumikan Ekonomi Islam serta berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam yang merupakan rahmatan lil’aalamiin.

Di gembleng oleh dosen dan para profesional dalam bidang Ekonomi Islam serta oleh para Pakar Syariah, Pendidikan Berpesantren di STEI Hamfara Membentuk Mahasiswa menjadi Pribadi yang Professional, unggul dalam bidang Ekonomi Islam dan Ulama dalam bidang  Ilmu Agama.

Untuk Pendaftaran Calon Mahasiswa anda bisa mengunjungi:

http://steihamfara.ac.id/formulir

atau hubungi bidang promosi dan penerimaan mahasiswa baru:

CP : Wahyu Dianto,SEI
0857 2821 1006

Mu’tashim Billah M, SEI, MM
0811 255 4846
0877 3821 4846