February 2, 2017

ANALISIS TERHADAP SISTEM KERJA OUTSOURCING PERSPEKTIF MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) ISLAMI

hamfaralogoANALISIS TERHADAP SISTEM KERJA OUTSOURCING PERSPEKTIF MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) ISLAMI. Konflik hubungan industrial antara buruh (ajiir) dan pengusaha (musta‟jir), merupakan permasalahan kronis yang selalu kambuh dan berulang. Demo buruh, pemogokan hingga perusakan, hampir terjadi setiap tahun. Hal itu menunjukkan adanya permasalahan laten, yang masih mengganjal dalam perikatan hubungan kerja. Berbagai elemen buruh, masih menuntut kenaikan upah dan penghapusan sistem kerja outsourcing.

Bagi pengusaha, keberadaan sistem kerja outsourcing ini memberikan dampak positif, karena untuk mendapatkan competitive advantage yang lebih dari pesaingnya, maka sebuah perusahaan harus mampu membentuk aktivitasnya berbiaya rendah/membentuknya

1 Nurul Rachmah, SEI adalah Alumni STEI Hamfara Yogyakarta
2 Wijiharta, SP., MM adalah Dosen Tetap STEI Hamfara Yogyakarta

dengan cara yang berbeda. Peran outsourcing telah diterima sebagai usaha yang menjanjikan tercapainya penghematan biaya.3

Di Indonesia, sistem kontrak kerja dan outsourcing telah diatur dalam UU Tentang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 64 yang berbunyi “Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau peyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis”4. Keberadaan undang-undang ini, adalah upaya pemerintah dengan tujuan untuk menarik investasi ke Indonesia, menambah lapangan kerja, dan mampu menyerap pengangguran.

Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (LKS Tripnas) yang terdiri dari Pemerintah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Serikat pekerja telah melakukan beberapa perundingan untuk memecahkan permasalahan outsourcing ini. Pasca dikeluarkannya Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2012 Tentang Syarat-syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain, APINDO menganggap pemerintah tidak adil terhadap pengusaha. Disisi lain, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menganggap bahwa sikap Apindo mencerminkan kepentingan diri sendiri pengusaha terhadap buruh.5

Dalam teori manajemen sumber daya manusia Islami, hal-hal terkait pemenuhan hak-hak pekerja adalah sesuatu yang krusial, agar terjalinnya hubungan yang kondusif antara pekerja dan pengusaha. Islam memandang, dalam hubungan ketenagakerjaan haruslah hubungan kemitraan yang saling menguntungkan. Tidak boleh satu pihak mendzalimi dan merasa dizalimi oleh pihak lainnya. Sehingga menarik untuk dikaji terkait fakta praktik sistem kerja outsourcing dari perspektif manajemen sumber daya manusia Islami.

Keyword artikel: ANALISIS TERHADAP SISTEM KERJA OUTSOURCING PERSPEKTIF MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) ISLAMI, ANALISIS TERHADAP SISTEM KERJA OUTSOURCING PERSPEKTIF MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) ISLAMI


STEI HAMFARA Merupakan salah satu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Unggulan yang mengintegrasikan model Pendidikan Tinggi Ekonomi Islam dengan Sistem Pendidikan Berpesantren.

Dengan sistem pendidikan berpesantren terbukti membuat mahasiswa STEI Hamfara sangat kuat dalam memahami Ilmu Ekonomi yang sesuai Syariah dan alumninya dikenal memiliki komitmen tinggi serta karakter tangguh dalam membumikan Ekonomi Islam serta berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam yang merupakan rahmatan lil’aalamiin.

Di gembleng oleh dosen dan para profesional dalam bidang Ekonomi Islam serta oleh para Pakar Syariah, Pendidikan Berpesantren di STEI Hamfara Membentuk Mahasiswa menjadi Pribadi yang Professional, unggul dalam bidang Ekonomi Islam dan Ulama dalam bidang  Ilmu Agama.

Untuk Pendaftaran Calon Mahasiswa anda bisa mengunjungi:

http://steihamfara.ac.id/formulir

atau hubungi bidang promosi dan penerimaan mahasiswa baru:

CP : Wahyu Dianto,SEI
0857 2821 1006

Mu’tashim Billah M, SEI, MM
0811 255 4846
0877 3821 4846