February 2, 2017

ANALISIS INTERAKSI ANTARA NILAI EMISI SUKUK DENGAN NILAI EMISI OBLIGASI DAN NILAI EMISI SAHAM

hamfaralogoANALISIS INTERAKSI ANTARA NILAI EMISI SUKUK DENGAN NILAI EMISI OBLIGASI DAN NILAI EMISI SAHAM. Sukuk merupakan salah satu instrumen pasar keuangan syariah yang paling populer saat ini. Merupakan Instrumen Keuangan Syariah yang telah diterbitkan baik oleh negara maupun korporasi. Beberapa negara telah menjadi

Nihbatul Basyariah, SEI., M.Sc., adalah Dosen STEI Hamfara Yogyakarta. regular issuer dari sukuk, misalnya; Malaysia, Bahrain, Brunei Darussalam, Uni Emirate Arab, Qatar, Pakistan, dan State of Saxony Anhalt-Jerman.

Penerbitan sukuk negara (sovereign sukuk) biasanya ditujukan untuk keperluan pembiayaan negara secara umum (general funding) atau untuk pembiayaan proyek-proyek tertentu, misalnya pembangunan bendungan, unit pembangkit listrik, pelabuhan, bandar udara, rumah sakit, dan jalan tol. Selain itu, sukuk juga dapat digunakan untuk keperluan pembiayaan cash-mismatch, yaitu dengan menggunakan sukuk dengan jangka waktu pendek (Islamic Treasury Bills) yang juga dapat digunakan sebagai instrumen pasar uang (Direktorat Kebijakan Pembiayaan Syariah RI, 2008).

Sukuk berasal dari bahasa Arab, bentuk jamak dari kata sakk yang berarti sertifikat atau note. Dahulu, sukuk digunakan oleh para pedagang sebagai dokumen yang menunjukkan kewajiban pembayaran yang timbul dari usaha perdagangan dan aktiva komersial lainya (Yuliana, 2010).

Penerbitan sukuk di Indonesia pertama kali dipelopori oleh PT. Indosat, Tbk. dengan mengeluarkan sukuk Mudhorobah Indosat pada tahun 2002. Perkembangan sukuk di pasar modal Indonesia dalam kurun waktu antara tahun 2002 sampai dengan awal tahun 2013, telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Selama kurun waktu tersebut tercatat 57 penerbitan sukuk dari 35 Emiten dengan total nilai penerbitan sebesar Rp 10,169 triliun. Hal tersebut ekuivalen dengan 4,83% dari total nilai penerbitan obligasi. Penerbitan sukuk dilakukan oleh Emiten yang bergerak dalam kegiatan usaha pertanian, pertambangan, industri dasar dan kimia, aneka industri, property dan real estate, infrastruktur, transportasi, keuangan, sektor indutri perdagangan, jasa dan investasi (Bapepam-LK; 2013).

Keunggulan sukuk dalam Zawya (2010), Sukuk mampu tumbuh cepat di tengah krisis finansial global 2007. Meskipun nilai outstanding Sukuk relatif kecil dibanding obligasi konvensional, tetapi Pasar Sukuk Indonesia mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari tahun ke tahunnya.

Sukuk sebagai produk pasar modal syariah dalam perkembanganya tidak terlepas dari pengaruh variabel-variabel lain baik itu variabel internal sukuk seperti; kurangnya sosialisasi pada masyarakat terkait produk sukuk, minat emiten pada sukuk yang masih rendah serta masih cenderungnya investor dengan saham yang bisa dijual sewaktu-waktu ketika investor membutuhkan dananya kembali serta masih tingginya unsur spekulatif. Sukuk juga tidak terlepas dari variabel ekternal seperti produk-produk surat berharga baik sejenis seperti obligasi, maupun dengan karakter dan sifat yang berbeda seperti saham.

Bapepam-LK (2009), dalam penelitianya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat emiten dalam menerbitkan sukuk di pasar modal berasumsi bahwa sebagian besar Emiten dan atau perusahaan publik masih memberikan prioritas tertinggi dalam pendanaan dengan menerbitkan obligasi dikarenakan faktor biaya penerbitan sukuk yang diduga lebih mahal dibandingkan dengan biaya penerbitan obligasi. Ternyata hasil analisis menunjukkan bahwa biaya penerbitan sukuk tidak lebih mahal dibandingkan biaya penerbitan obligasi.

Studi tentang Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia juga telah dilaksanakan oleh Bapepam-LK (2004). Dalam studi tersebut telah teridentifikasi faktor-faktor yang secara umum dianggap sebagai kendala dan atau hambatan dalam pengembangan investasi syariah di Pasar Modal Indonesia diantaranya adalah: tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah, ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah, minat pemodal atas Efek Syariah, kerangka peraturan tentang penerbitan Efek Syariah, pola pengawasan (dari sisi syariah) oleh lembaga terkait, pra-proses (persiapan) penerbitan Efek Syariah, dan kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia (Bapepam-LK, 2009).

Indonesia dipandang sebagai negara yang sangat potensial dan prospektif bagi produk syariah khususnya sukuk. Namun sejak munculnya pertama kali pada tahun 2002 hingga tahun 2013 perkembangan sukuk di Indonesia dapat dikategorikan sangat lambat. Tampak dari total emisi/ penerbitan hingga pertengahan 2008 baru mencapai lima triliun rupiah lebih ($500 juta). Dibandingkan dengan Malaysia yang pada pertengahan 2007 saja telah membukukan total emisi RM 111,5 miliar ($33 miliar). Menurut Achsien (2004), banyak tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sukuk di Indonesia, diantaranya adalah sosialisasi kepada investor, opportunity cost, aspek likuiditas, sampai regulasi atau perundang-undangan.

Belum optimalnya Nilai Emisi Sukuk di Indonesia mengindikasikan bahwa potensi besar Indonesia terhadap keuangan syariah belum ditangkap pasar keuangan Indonesia dengan sempurna. Banyaknya faktor yang mempengaruhi perkembangan sukuk baik faktor internal sukuk maupun eksternal sukuk seperti minat emiten pada obligasi dan saham sebagai produk yang menjadi pesaing utama dari sukuk seperti produk-produk surat berharga konvensional yang masih tinggi, maka penulis tertarik melakukan penelitian mengenai Interaksi Antara Nilai Emisi Sukuk dengan Nilai Emisi Obligasi dan Saham di Indonesia.

Keyword artikel: ANALISIS INTERAKSI ANTARA NILAI EMISI SUKUK DENGAN NILAI EMISI OBLIGASI DAN NILAI EMISI SAHAM, ANALISIS INTERAKSI ANTARA NILAI EMISI SUKUK DENGAN NILAI EMISI OBLIGASI DAN NILAI EMISI SAHAM


STEI HAMFARA Merupakan salah satu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Unggulan yang mengintegrasikan model Pendidikan Tinggi Ekonomi Islam dengan Sistem Pendidikan Berpesantren.

Dengan sistem pendidikan berpesantren terbukti membuat mahasiswa STEI Hamfara sangat kuat dalam memahami Ilmu Ekonomi yang sesuai Syariah dan alumninya dikenal memiliki komitmen tinggi serta karakter tangguh dalam membumikan Ekonomi Islam serta berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam yang merupakan rahmatan lil’aalamiin.

Di gembleng oleh dosen dan para profesional dalam bidang Ekonomi Islam serta oleh para Pakar Syariah, Pendidikan Berpesantren di STEI Hamfara Membentuk Mahasiswa menjadi Pribadi yang Professional, unggul dalam bidang Ekonomi Islam dan Ulama dalam bidang  Ilmu Agama.

Untuk Pendaftaran Calon Mahasiswa anda bisa mengunjungi:

http://steihamfara.ac.id/formulir

atau hubungi bidang promosi dan penerimaan mahasiswa baru:

CP : Wahyu Dianto,SEI
0857 2821 1006

Mu’tashim Billah M, SEI, MM
0811 255 4846
0877 3821 4846