Sigap Dan Cerdas Menghadapi Covid-19

Sigap Dan Cerdas Menghadapi Covid-19

Oleh: Siti Murtiyani, SE.,M.Si.,Akt.,Ph.D

Pendahuluan

Peningkatan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) ditingkat dunia per 11 April 2020 mencapai 206 Negara, kasus Covid-19 terkonfirmasi mencapai 1.697.225 orang, angka kematian mencapai 102.659 orang (6.04%), 376.106 orang (22.16%) dilaporkan sembuh. Di Indonesia
positif terpapar mencapai 3.842 orang, berhasil sembuh 286 orang (7.44%), meninggal dunia mencapai 327 orang (8,51%) lebih besar prosentasenya dibandingkan dengan tingkat kematian seluruh dunia.

Permasalahan ini tidak terlepas dari kesiapan Negara Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 karena disamping tingkat penyebarannya yang  begitu mudah dan cepat,  Alat Pelindung Diri (APD) petugas kesehatan yang sangat kurang, serta terbatasnya sarana prasarana pendukung untuk menangani pasien yang terpapar Covid-19, sehingga petugas medis khususnya para Dokter dan Perawat sebagai garda terdepan banyak terpapar dan meninggal dunia.

Dengan kondisi seperti ini beberapa Negara, Propinsi, serta wilayah melakukan Lockdown untuk mencegah peredaran Covid-19. Di Indonesia dilakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dengan waktu 14 hari, dan bisa diperpanjang sampai 1 bulan untuk hasil yang lebih efektif. Untuk Wilayah DKI Jakarta bisa dilakukan. Namun apakah wilayah lainnya PSBB bisa dilakukan? kalau PSBB tidak dilakukan serentak di seluruh Indonesia, bagimana dampak selanjutnya setelah satu bulan melakukan PSBB, apakah benar Covid-19 sudah reda di wilayah lainnya? Saya kira hal ini menjadi pemikiran kita semua sebagai akademisi, praktisi pendidikan yang memiliki tugas dan tangung jawab kemasyarakatan.

Bagaimana Menjalankan Kewajiban dan Amanah Kita

Dampak PSBB yang kemungkinan memakan waktu lama, kita sebagai pendidik, praktisi pendidikan, praktisi Dakwah akan melakukan upaya untuk tetap melaksanakan kewajiban dan amanah, bagaimana proses pendidikan harus tetap dilaksanakan dalam waktu yang belum bisa diperkirakan. Antara lain dengan melaksanakan proses pendidikan pengajaran, proses transfer of knowledge, tranfer of value, character building dengan model kuliah daring, E-learning dan model pendidikan jarak jauh
yang bisa dijangkau oleh para peserta didik. Model seminar Online menggunakan Zoom, Google Class Room, Skype, Live Streaming, dan model-model lainnya.

Amanah dan kewajiban dakwah kepada Masyarakat tetap harus dijalankan dengan sebaik-baiknya

Amanah dan kewajiban dakwah kepada Masyarakat tetap harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, agar memiliki ghiroh dakwah yang semakin tinggi dan memberikan semangat bagi masyarakat, memberikan dorongan dan motivasi agar jamaah selalu bahagia, berfikir positif, semangat, selalu
melihat sisi baik dari setiap masalah, dan pentingnya semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT pada saat menerima cobaan Covid-19.Pembinaan kepada Mahasiswa, pelajar dan kaum milenial tetap harus dijalankan dengan media yang ada dan bisa dijangkau oleh mereka, memberikan contoh dan mengajak mereka untuk turut berpartisipasi dalam aktifitas sosial, membantu masyarakat untuk bangkit dengan penuh semangat dan percaya diri, saling mengingatkan dan membantu masyarakat
yang benar-benar membutuhkan dalam bentuk apapun yang diperlukan.  

Setiap kita perlu melakukan kegiatan pendukung lainnya untuk meningkatkan kapasitas sebagai pendidik, sebagai praktisi pendidikan, praktisi dakwah dan apapun aktifitasnya dalam rangka meningkatkan kualitas diri, sehingga memiliki ilmu dan kemampuan untuk bisa membangkitkan masyarakat dengan ilmu dan kecerdasan intelektualnya. Kegiatan pendukung diantaranya dengan mengikuti kajian-kajian intensif online, seminar online, teleconference, focus group disscussion online dan aktifitas lainnya.

Bagaimana Agar Kewajiban dan Amanah Tertunaikan

Perubahan cara berfikir dan sikap mental bagi setiap individu dan masyarakat misalnya:

  1. Harus disadari bahwa Covid-19 Ini adalah Qadha Allah SWT yang tidak bisa dihindari, harus dihadapi, kita harus menerima dengan ridho dan menghadapinya dengan sabar. Baik dan Buruk dari Allah, dan ini merupakan ujian untuk meningkatkan derajat manusia, jika Allah
    mencintai akan menguji, dan besarnya pahala beriring dengan besarnya ujian, pasti ada hikmah dari kejadian ini, kemudian meningkatkan iman dan taqwa, mempererat hubungan dalam keluarga, lebih banyak Ibadah yang dilakukan di rumah, tilawah Al Qur’an lebi intensif dan tahfidzul qur’an semakin banyak.
  2. Harus disadari bahwa ini bisa menimbulkan dharar, maka manusia harus menjaga diri dan keluarganya dengan sebaik-baiknya, melakukan ikhtiar dengan menghindar dengan tinggal
    dirumah, agar tidak terpapar Covid-19.
  3. Senang tidak senang dalam hal ini harus dibikin senang, apalagi mungkin musibah ini akan berlangsung lama, menjadi hikmah betapa lemahnya manusia dan betapa pentingnya taat kepada aturan Allah SWT dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  4. Setiap kita wajib menunaikan kewajiban dan amanah, kemudian harus dicari cara dan jalan keluarnya bagaimana misi tetap dijalankan dan dicapai.

Pembekalan Skill individu dan berkreasi dan Inovasi baru dengan beberapa cara sebagai berikut:

  1. Memastikan bahwa seluruh SDM memiliki perangkat (HP), Laptop. Computer, dengan spec yang mencukupi sebagai bahan untuk melaksanakan kewajiban dan amanah yang dimiliki.
  2. Memastikan semua personil bisa menggunakan aplikasi dengan skill yang diperlukan untuk menjalankan kewajiban dan amanah yang dimiliki.
  3. Memastikan semua personil mempunyai koneksi jaringan (Pulsa) yang mencukupi,sehingga komunilasi interaktif bisa dijalankan dengan lancar.
  4. Memastikan program-program dan agenda-agenda siap dilaksanakan, seti memiliki SOP dan Petunjuk Tehnis dalam pelaksanaanya.

Semangat dan Kerjasama harus dibangun dan ditingkatkan serta memastikan setiap permasalahan dalam lembaga-lembaga dan dalam masyarakat bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya dengan saling menyemangati dan kerjasama antar individu maupun masyarakat. Kepedulian,empati, sikap sosial dan gotong royong harus diwujudkan dalam diri individu dan masyarakat agar terwujud rasa “tepo sliro” lan “welas asih” kepada sesama manusia.

Ikhtiar yang harus dilakukan oleh masyarakat, individu dan Pemerintah, bagaimana seluruh masyarakat bisa terhindar dari penularan covid-19, tetap sehat dan bugar, asupan gizi yg cukup, olahraga,istirahat yg cukup bisa dilakukan dengan mengatur jadwal dan agenda sebaik-baiknya. Dan yang paling utama jangan berhenti berdoa dan senantiasa Tawakal kepada Allah SWT.

Agenda selanjutnya adalah memastikan pendidikan dan pembinaan serta pengabdian masyarakat tetap dijalankan, menginventarisasi problematika yang muncul, perangkat, skill, operasional pendidikan berbasis IT, pendanaan , koordinasi, sikap mental, Respon orangtua, dan ketahanan
lembaga, menyusun agenda dengan target terukur dalam menyelesaikan problema, membuat langkah-langkah dan terobosan baru, senantiasa berdoa dan tawakal kepada Allah SWT.

Penulis: Dosen Tetap Prodi Perbankan Syariah, STEI Hamfara Yogyakarta


Kepedulian,
empati, sikap sosial dan gotong royong harus diwujudkan dalam diri
individu dan masyarakat agar terwujud rasa “tepo sliro” lan “welas asih” kepada sesama manusia.

Next PostRead more articles

Leave a Reply